RIBA SEMAKIN MEMPERKERUH MASALAHKU

Saya adalah seorang pengusaha besar yang memiliki omset ratusan juta rupiah setiap bulannya. Dengan bangga saya membangun usaha dengan uang riba yang saya datangkan dari lembaga perbankan konvensional maupun syari’ah.

Betapa mudahnya saya memperolah pinjaman dari bank, tidak peduli berapa bunga (riba) yang akan saya berikan, yang penting uang pinjaman saya CAIR. Dengan kelihaian saya dalam mencari pinjaman uang sebagai modal di bank, akhirnya saya memiliki pinjaman di 7 titik lembaga perbankan.

Dengan bangga saya menceritakan kelihaian saya dalam meminjam uang ke bank kepada teman-teman saya. Dengan sombong saya ceritakan bahwa saya adalah pengusaha yang telah dipercaya bank. Tak jarang saya diminta bantuan oleh teman saya untuk meminjamkannya uang di bank. Mereka menganggap saya ahli dalam bidang pinjam meminjam uang di bank, mereka takjub kepada saya, mereka mengatakan bahwa saya pengusaha keren, hebat, istimewa. Dan saya pun sangat bangga dengan sebutan itu.

Hingga akhirnya Allah SWT murka kepada saya, ujian demi ujian dilimpahkan kepada saya. Omset perusahaan saya merosot, saya mengalami kredit macet, bunga saya di bank semakin membengkak. Semakin saya meminjam uang di bank untuk menutupi hutang-hutang saya di bank lainnya, semakin menjalar kemana-mana hutang saya.

Maksut hati meminjam uang agar bisa menutupi hutang yang sudah jatuh tempo, tapi malah membuat hutang saya meluas kemana-mana. Tagihan menyelimuti kehidupan sehari-hari saya, setiap hari rumah saya didatangi oleh tamu dari bank tempat saya berhutang. Telepon saya setiap hari berbunyi, tanda panggilan dari pihak bank. semakin pusing hidup saya, semakin terpuruk hidup saya. Seakan tidak ada solusi lain selain mengingat Allah SWT, berdoa dan memohon ditunjukkan jalan keluar dari permasalahan hidup yang sangat pelik dan tak kunjung habis.

Akhirnya saya pun memutuskan untuk taubatan nasuha dari dosa riba. Saya tingkatkan ibadah saya setiap hari. Tapi apakah Allah mempermudah jalan saya? Tidak, Allah semakin menguji hidup saya. Pihak bank berbondong-bondong mencari keberadaan saya, membuat mental dan hati saya hancur bertubi-tubi.

Selama dua tahun saya diam dalam keterpurukan, saya bangkrut seketika. Dulu, saya adalah seorang bos kaya raya, namun kini saya hanyalah seorang penjual susu. Selama dua tahun, saya berdoa, meminta agar Allah menolong saya, menyelesaikan masalah terbesar dalam hidup saya ini. Selama dua tahun, harta-harta saya yang mengandung riba dimusnahkan oleh Allah  dan akhirnya Allah pun mengabulkan doa-doa saya. Rezeki saya lancar, rezeki dari usaha kecil menjual susu semakin mengalir dan pada akhirnya bisa melunaskan semua hutang-hutang saya di bank yang asalnya ratusan juta karena mengandung riba membengkak hingga milyaran rupiah.

 

 

 

 

DE PRIMA TUNGGULWULUNG, HUNIAN ISLAMI PERTAMA, TERBESAR DAN TERLENGKAP DI KOTA MALANG

Email : primaland.id@gmail.com
Instagram : @primaland.id
Facebook : @primalandofficial